Senin, 26 Februari 2018

hujan

berbicara tentang hal - hal identik dari gue. hujan juga menjadi salah satu yang menurut gue berkesan.

entah kenapa selalu ada kejadian yang berkaitan dengan hujan dan biasanya akan lebih mudah gue kenang. hujan terkadang bisa jadi suatu hal yang buruk tapi terkadang bisa menjadi suatu hal yang manis. gue mau bercerita tentang memori hujan yang masih tersimpan rapih di otak gue. salah satunya hari ini, hujan dihari senin, 26 februari 2017, tidak kuliah, setelah forum angkatan dan tidak punya kerjaan (?) hahaha.

hujan (1).

kalau ini memori pass waktu gue SD, wah kalau yang ini memorinya agak somplak. kenapa somplak??? karena penuh drama anak SD pada jaman itu. waktu itu hujan turun lebat sampai - sampai sekolah gue kebanjiran sepinggang gue. bayangin sepinggang!. nah yang masih membuat gue senyum - senyum dan mengerti betapa polosnya seorang anak adalah gue dan satu kelas temen gue semuanya nangis, kenapa nangis? takut meninggal. Disaat itu gaberhenti2nya kita berdoa dan tadarusan ramai - ramai supaya kita selamat.

hujan (2).

Nah ini memori waktu SMP. waktu itu gue dan teman kelas gue mendapatkan additional time. gue sebenernya agak bingung apa esensinya, mungkin gini dulu SMP gue merupakan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan denger2 katanya kelas gue kelas unggulan *katanya*, additional time ini ibarat les tp sm guru sekolah. disaat orang - orang satu SMP dah pulang kerumah jam 3 siang, gue masih harus lanjut belajar sampe jam 4/5 sore pada saat itu. terus pada hari kamis tersebut hujan turun lebat dan bersamaan itu gue kedapetan piket kelas. ada kejadian horor yang masih gue bingungin. jadi pass piket, ada temen gue yang duduk didepan teras kelas, dan gue waktu itu manggil2 dia sambil ngebercandain suatu hal, tp ini orang kagak ngerespon gue kira dia marah. anehnya adalah pass gue balik ke dalem kelas, lah temen gue yg tadi diluar lg duduk di meja guru, bingung lah gue. beberapa hari dari kejadian itu, baru gue tanyain ke temen gue.

hujan (3).

waktu itu hujan turun tapi tidak lebat, hanya rintik - rintik. kalau gak salah ini waktu gue kelas 1 SMA. gue lagi mau pergi sama temen gue ke mall yah berhubung jaman gue belum ada moda transportasi seperti go car dan gojek, jadilah kita naik angkot. turun dari angkot, tiba - tiba rintik hujan mulai turun dan kita yang ngga bawa payung, lari - lari sambil ketawa - ketawa. iya ketawa. soalnya kita lari - lari sambil nutupin kepala make sapu tangan :).

cerita kedua ini gue agak lupa hujan atau enggak hahaha, tp gue teringat dengan tetesan air yang ada dijendela mobil. pada saat itu gue lagi sibuk - sibuknya sama pensi sekolah, setelah beres gue pulang bersama dengan temen gue ini. entah mengapa, sampai sekarang menurut gue percakapan dengan dia mulai dari gor sampai akhirnya kita sampai dirumah masing - masing merupakan percakapan yang menyenangkan. hehe. 

hujan (4)

NAH INI KEBALAAN DARI HUJAN YANG GUE RASAKAN. Depok merupakan tempat yang amat sangat tidak friendly dengan umat manusia. kalau panas, panas banget sampe mau pingsan, kalau hujan hujan deres sampe semua bala petir angin topan dibawa - bawa. memori hujan yang ini adalah hidup gue selama kuliah, dipenuhi dengan cipratan kendaraan yang membuat celana gue kotor padahal mau ngampus, kesedihan harus nyelupin kaki dikubangan yang gak usah ditanya kotornya se-apa, dan kesedihan karena dengan mudahnya sepatu rusak akibat jalanan yang gue tempuh. Hujan selalu menjadi pendamping gue pada saat mengawali beberapa bulan yang menyenangkan dan juga merupakan pendamping gue disaat gue mengetahui bahwa bulan yang menyenangkan itu tidak akan pernah hadir lagi. hujan yang terakhir memang sedikit sakit. Disaat air yang menetes bukan hanya dari langit tapi juga dari mata,  disaat beribu kali ditampar kenyataan tapi masih belum sadar, disaat tidak ada yang memahami isi hati dan turut ikut berduka, Hujan ada, dan disaat yang bersamaan membantu gue untuk kembali seperti biasanya.

selamat menikmati hujan! jangan lupa bawa payung dan hati - hati dijalan! takut kesandung.
hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar