Rabu, 28 Februari 2018

Terinspirasi

seorang sahabat dari lu datang menemui lu sambil tergesa - gesa, setelah itu dia berkata "gue positif hiv aids..." apa yang akan lu lakukan???
atau lebih mudahnya
seorang sahabat yg paling lu sayang, datang menemui lu terus dia bilang "selama ini gue diem diem macarin si A tanpa diketahui sama si B sebagai pacar sebenarnya" apa reaksi luu??

YES

hari ini gue sangat terinspirasi dari kisah - kisah yang dibawakan oleh seorang dokter yang memberikan mata kuliah tentang kaum "terpinggir". 

seringkali ketika seseorang melihat keburukan atau kekurangan dari orang lain akan sangat - sangat - sangat lebih mudah untuk di komentari tanpa melihat dan mendengar alasan atau pun perspektif lain dari tertuduh ini. hft. gue tidak muna, karena gue juga masih sering ngomongin orang.

sebenernya ada temen gue yang suka mengingatkan dan ngasih tau gue buat nggak ngomongin orang.  bahkan kalau diajakin ngmngin orang dia nggakan nimpalin. terus dia juga bilang ke gue "kita gak sebertanggung jawab itu sama hidup seseorang, karena stigma ternyata semematikan itu terhadap hidup seseorang". pada saat itu gue mendengarkan omongan dia setengah hati, gara-gara masih mau ngomongin orang. sekarang jd menyesal huhu. 

kalau dokter ini ngajarin gue dengan menceritakan kejadian nyata, yang lebih dari cukup untuk menampar gue. 

Ada seorang anak masih duduk dibangku SD, Ia memiliki ayah yang ternyata terjangkit HIV/AIDS tetapiii yooo anaknya negatif HIV. wah kebayang kan stigma hiv/aids di mata masyarakat??? si anak ini sampai dikeluarkan oleh pihak sekolah dikarenakan permintaan semua orang tua murid di SD tersebut. Kebayang ngga dampaknya bagi si anak? bayangin misal si anak yang seharusnya di masa depan bisa jadi pengusaha sukses sudah dibuat minder dikarenakan omongan masyarakat tentang hal tersebut. bayangin juga hubungan antara si anak dengan ayah yang akan hancur karena sebuah "omongan". bayangin juga bullying yang akan diterima si anak sebesar apa?. PADAHAL penyakit ini tidak akan menyebar melalui pergaulan yang biasa DAN BAHKAN si anak ini negatif HIV. 

sepotong kisah itu membuat gue teringat tentang omongan temen gue, dan sesimple itu mereka berdua sama - sama menyadarkan dan menginspirasi gue. doain gue bisa merubah sifat jelek ini.

DANN gue sangat berharap bisa menginspirasi teman - teman lainnya.

Senin, 26 Februari 2018

hujan

berbicara tentang hal - hal identik dari gue. hujan juga menjadi salah satu yang menurut gue berkesan.

entah kenapa selalu ada kejadian yang berkaitan dengan hujan dan biasanya akan lebih mudah gue kenang. hujan terkadang bisa jadi suatu hal yang buruk tapi terkadang bisa menjadi suatu hal yang manis. gue mau bercerita tentang memori hujan yang masih tersimpan rapih di otak gue. salah satunya hari ini, hujan dihari senin, 26 februari 2017, tidak kuliah, setelah forum angkatan dan tidak punya kerjaan (?) hahaha.

hujan (1).

kalau ini memori pass waktu gue SD, wah kalau yang ini memorinya agak somplak. kenapa somplak??? karena penuh drama anak SD pada jaman itu. waktu itu hujan turun lebat sampai - sampai sekolah gue kebanjiran sepinggang gue. bayangin sepinggang!. nah yang masih membuat gue senyum - senyum dan mengerti betapa polosnya seorang anak adalah gue dan satu kelas temen gue semuanya nangis, kenapa nangis? takut meninggal. Disaat itu gaberhenti2nya kita berdoa dan tadarusan ramai - ramai supaya kita selamat.

hujan (2).

Nah ini memori waktu SMP. waktu itu gue dan teman kelas gue mendapatkan additional time. gue sebenernya agak bingung apa esensinya, mungkin gini dulu SMP gue merupakan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan denger2 katanya kelas gue kelas unggulan *katanya*, additional time ini ibarat les tp sm guru sekolah. disaat orang - orang satu SMP dah pulang kerumah jam 3 siang, gue masih harus lanjut belajar sampe jam 4/5 sore pada saat itu. terus pada hari kamis tersebut hujan turun lebat dan bersamaan itu gue kedapetan piket kelas. ada kejadian horor yang masih gue bingungin. jadi pass piket, ada temen gue yang duduk didepan teras kelas, dan gue waktu itu manggil2 dia sambil ngebercandain suatu hal, tp ini orang kagak ngerespon gue kira dia marah. anehnya adalah pass gue balik ke dalem kelas, lah temen gue yg tadi diluar lg duduk di meja guru, bingung lah gue. beberapa hari dari kejadian itu, baru gue tanyain ke temen gue.

hujan (3).

waktu itu hujan turun tapi tidak lebat, hanya rintik - rintik. kalau gak salah ini waktu gue kelas 1 SMA. gue lagi mau pergi sama temen gue ke mall yah berhubung jaman gue belum ada moda transportasi seperti go car dan gojek, jadilah kita naik angkot. turun dari angkot, tiba - tiba rintik hujan mulai turun dan kita yang ngga bawa payung, lari - lari sambil ketawa - ketawa. iya ketawa. soalnya kita lari - lari sambil nutupin kepala make sapu tangan :).

cerita kedua ini gue agak lupa hujan atau enggak hahaha, tp gue teringat dengan tetesan air yang ada dijendela mobil. pada saat itu gue lagi sibuk - sibuknya sama pensi sekolah, setelah beres gue pulang bersama dengan temen gue ini. entah mengapa, sampai sekarang menurut gue percakapan dengan dia mulai dari gor sampai akhirnya kita sampai dirumah masing - masing merupakan percakapan yang menyenangkan. hehe. 

hujan (4)

NAH INI KEBALAAN DARI HUJAN YANG GUE RASAKAN. Depok merupakan tempat yang amat sangat tidak friendly dengan umat manusia. kalau panas, panas banget sampe mau pingsan, kalau hujan hujan deres sampe semua bala petir angin topan dibawa - bawa. memori hujan yang ini adalah hidup gue selama kuliah, dipenuhi dengan cipratan kendaraan yang membuat celana gue kotor padahal mau ngampus, kesedihan harus nyelupin kaki dikubangan yang gak usah ditanya kotornya se-apa, dan kesedihan karena dengan mudahnya sepatu rusak akibat jalanan yang gue tempuh. Hujan selalu menjadi pendamping gue pada saat mengawali beberapa bulan yang menyenangkan dan juga merupakan pendamping gue disaat gue mengetahui bahwa bulan yang menyenangkan itu tidak akan pernah hadir lagi. hujan yang terakhir memang sedikit sakit. Disaat air yang menetes bukan hanya dari langit tapi juga dari mata,  disaat beribu kali ditampar kenyataan tapi masih belum sadar, disaat tidak ada yang memahami isi hati dan turut ikut berduka, Hujan ada, dan disaat yang bersamaan membantu gue untuk kembali seperti biasanya.

selamat menikmati hujan! jangan lupa bawa payung dan hati - hati dijalan! takut kesandung.
hehe

Sabtu, 24 Februari 2018

lot of things to doooo

sedang sangat - sangat pusing dan kelelahan dan sibuk. tapi masih aja mikirin calon pendamping hidup. hahaha apa banget gasih, kapan nih ilang pikiran begini dari otak gue. pengar kepala gue 


Sabtu, 17 Februari 2018

Relatable song

I don't even know myself at all
I thought I would be happy but now
The more I try to push it I realize gonna let go of control
Gonna let it happen, gonna let it happen,
Gonna let it happen, just let it happen
It's just a spark but it's enough to keep me going
And when it's dark out and no one's around it keeps glowing
Every night I try my best to dream tomorrow makes it better
And wake up to the cold reality and not a thing is changed
But it would be happen, gonna let it happen
Gonna let it happen, gonna let it happen
It's just a spark but it's enough to keep me going
And when it's dark out and no one's around it keeps glowing
It's just a spark but it's enough to keep me going
And when it's dark out and no one's around it keeps glowing
And the salt in my wounds isn't burning anymore than it used to
It's not that I don't feel the pain it's just I'm not afraid of hurting anymore
And the blood of these veins isn't pumping any less than it ever has
And that's the hope I have the only thing I know that's keeping me alive
Alive
link : https://www.youtube.com/watch?v=XoYu7K6Ywkg

Rabu, 14 Februari 2018

hidup

disadarin hari ini, kalau gue punya banyak orang yang peduli dan punya banyak orang untuk dipeduliin. bener juga kata orang kalau hidup gak melulu tentang satu orang, kalau hidup itu tentang mengenal banyak orang, dan dalam hidup harus selalu bisa membuka diri. mungkin masih akan ada periode akut yang muncul dan membuat gue harus menguatkan diri lagi tapi gue juga memiliki kemampuan untuk tidak menetap dalam periode kronis ini. layaknya orang yang sedang sakit, kemauan untuk sembuh itu sendiri lah yang sangat berperan dalam mengobati dirinya. iya, layaknya orang yang sedang sakit, gue harus memiliki kemauan untuk bisa kembali sembuh seperti biasanya.

Senin, 12 Februari 2018

membantu caregiver

loh kok namanya "membantu caregiver" ? hehe. Karena saya membantu caregiver sesungguhnya. gini maksudnya, sudah hampir setahun ini gue mencoba memberi lebih untuk angkatan dengan menjadi wakil senat tingkat 2. jadi caregiver aslinya ya ketuanya!

oke.

waktu kecil entah karena terpengaruh sinetron ala - ala yang emosional atau memang sudah ada dari keinginan sendiri, gue selalu ingin bisa membantu orang - orang. ya bentuknya seringnya beda - beda sih. mulai dari sekedar ingin bersedekah, ngajarin anak SD, membantu nenek2 nyebrang atau yang sekarang sedang diusahakan yaitu bisa menyembuhkan orang :). 

ya alhamdulillah masa kuliah cukup bermanfaat dikarenakan kegiatan "membantu caregiver". meskipun sesungguhnya banyak sekali dilema yang gue rasakan. hehe. seperti dilema membagi waktu. bahkan tak jarang, gue berada dalam kondisi harus merelakan waktu dengan orang - orang terdekat. 

suka dukanya banyak. namanya juga ilmu mengatur manusia (cie gak tuh), yah tapiiiii inti sari yang didapatkan juga banyak! dari pengalaman - pengalaman ini, gue jadi banyak mempelajari sifat - sifat manusia dan tentunya juga mempelajari sifat - sifat gue. Yah itung - itung mencari seseorang untuk mengkritik saya secara gratis dan gak malu - malu. selain itu gue mendapatkan arti sejawat yang sesungguhnya, ketika rasa peduli yang diberikan itu udah diatas segala - galanya deh. demi dah, kalau dibayangin tuh melalui hari udah kayak lagi dibombardir tiap hari, udh dibombardir terus, ditabokin, dikasih kawat duri lah wkwkw yah begitulah. 

nggatau kalau dijurusan lain gimana. tapi kalau dijurusan yang sedang gue jalani, kebutuhan akan support system sangatlah penting, meskipunnn support system yang lu miliki hanya satu. sepenting itu. karena lu sangat - sangat - sangat membutuhkan seseorang untuk bercerita, sekedar bercerita rasa penat yang lu rasakan. sekedar bercerita masalah yang sedang disimpan. sekedar bercerita. serius, lu gaperlu tanggapan apa - apa, hanya butuh seseorang untuk mendengar. 

masalahnya apa aja bisa beragam, gak harus akademis. bisa diputusin pacar, diselingkuhin, dijauhi teman - teman, LDR, masalah keluarga, keuangan dan lain - lain. dan yang gue pelajari juga selama menjabat ini ya, meskipun angkatan gue mungkin terlihat sibuk dengan urusan masing - masing (akademis ataupun organisasi), ketika sejawatnya butuh bantuan. mereka akan datang. se simple itu. 

postingan ini dibikin karena udah mau lengser dan juga lagi mengambil manfaat yang gue rasakan selama ini, yah selain manfaat gue jg menyadari bahwa gue menjadi manusia masih banyak kekurangannya, mulai dari terkadang kehilangan motivasi sampai kekurangan - kekurangan lainnya yang gak bisa disebutin satu - satu. 

singkatnya alhamdulillah dan terimakasih semua atas amanatnya. *padahal gaada yang baca*

Minggu, 11 Februari 2018

tentang berdamai dengan masa lalu

Seharusnya sekarang gue lagi membereskan LTM karena besok presentasi, tapi hati ini tergerak buat cerita (tergerak gak tuh). lagi kecapekan menjalani hari - hari hehe.
lah cerita ini dimulai dengan intro yang aneh ya? hahaha.

setelah nyetir sendiri lumayan lama sambil mikir. sepertinya bulan februari menjadi bulan yang identik dengan meningkatkanya frekuensi kesedihan yang gue rasakan. yah entah mengapa. padahal februari seharusnya menjadi bulan yang menyenangkan karena apa? karena itu adalah bulan dimana gue lahir (yaiya kan pass gue lahir at least ada dua sosok yang paling bahagia di dunia ini yaitu ibu dan bapak gue).

bulan ini dilalui dengan banyak hal yang tidak enak, sebenernya periode tidak enaknya udh dimulai sejak januari. sampai - sampai gue sangat berharap bisa masuk kuliah dan menyibukkan diri sesibuk mungkin supaya tidak merasakan periode ini hehe. yah itu cara gue menanggulangi perasaan itu. kalau tidak suka, gapapa. sampai akhirnya sekarang gue sangat kelelahan dan masih mendapati perasaan sedih itu.

disaat gue sangat kelelahan ini akhirnya gue menyadari kalau cara yang gue gunakan ini salah. bukan dengan menutupi dan berusaha agar tidak ingat, tapi seharusnya dihampiri dan berdamailah dengan hal tersebut.

terus gue juga belajar untuk berfikir terlebih dahulu dalam bertindak, tidak seharusnya kita memaksakan sesuatu. ya ya ya ya. dan juga dibulan ini gue belajar untuk memaafkan dan berusaha untuk menerima kembali.

gue sendiri yang pernah ngomong ke temen gue, kalau sedih jangan nyalahin siapa - siapa,kalau lagi gagal jangan nyalahin siapa2 apalagi tuhan. tapi terkadang gue merasakan hal itu. hahaha. sekarang gue lg berusaha supaya tidak apa - apa, dan berharap seperti apa yang gue omongin ke temen gue. berharap kalau tuhan lagi punya rencana yang bagus dimasa depan buat gue.

semoga periode ini cepat berlalu, karena gue sudah merasakan tergopoh - gopohnya diri gue dalam membenahi hidup (lebay yaaaa). semoga sama seperti biasanya, setelah bulan ini berlalu gue bisa merasakan hidup kembali hehe. dan tapi sekarang ditambah harapannya semoga ditahun yang akan datang, februari tidak akan mengecewakan gue lagi. :)

yah kalau kamu org yang paham tentang sastra, jangan komentari korelasi judul sama isinya. emang gak nyambung. hehe

Kamis, 01 Februari 2018

sumber bahagia

sekarang lagi mencoba untuk menciptakan sumber kebahagiaan yang asalnya dari sendiri. kalau ada di diri sendiri kan enak, jadi bisa bahagia terus. tapi kok susah? mungkin perkara waktu