Selasa, 18 September 2018

Pertemuan

PARAH! energi gue seperti baru saja di charge.

Hari ini habis summative, seperti biasanya gue akan selalu suka untuk menulis dan bercerita setelah melewati ujian. akhirnya. lega. ujian pertama setelah libur 3 bulan, gue hampir kesiangan geng.

2 hari di weekend gue menjelang summa dihabiskan dengan ketemu temen-temen baru dari CIMSA. awalnya sempet mikir kayak "aduh gimana yaaa belum belajar kuliaah, nanti pulang cepet dehh, izin dehhh, haduuuu, dll" biasa. namanya juga eustress. Tapi habis itu timbul pikiran lain yang mematahkan itu semua "Tapi kapan lagi! kenalan, menyambut teman-teman, senang kan dikunjungi, hm lagian kayanya kalau diem dikosan juga gak kan belajar, bisa aja malah tidur! haha"

Jadilah langsung menghajar semuanya. seneng, bisa cerita-cerita, bisa kenal orang baru, bisa mendengar perasaan orang yang sedang memikul beban akademis yang sama dengan gue, yang sedang menjalankan mimpi yang sama, yang sedang menjaga keutuhan suatu roda organisasi.

Meskipun pass pulang mikir kayanya gue tadi bawel banget yaaa, tadi ada salah ngomong gak yaaa, ada salah perbuatan gak yaaa, wajar gasih? hahaha percayalah gue sedang mencoba untuk melewati benteng gue, mencoba untuk bisa menjadi pribadi yang tidak kaku? memberanikan diri untuk show off? mencoba lebih terbuka ke banyak orang? gatau yang mana tapi gue merasakan itu karena gue membentuk planning sendiri, kira-kira si A akan nyaman kalau gue kayak gimana? penggunaan bahasa apa yang kira-kira bisa diterima? duh gue harus nanya apa lagi ya? gue diem ajanih? harus ngapain ya?. Karena sejujurnya gue bukan tipe orang yang akan "jatuh cinta pada pandangan pertama" itu analoginya, gue akan sulit untuk langsung bisa akrab dengan orang pada pertemuan pertama.

Tapi ternyata mungkin ini karena gue nya aja terlalu banyak mikir, ternyata flow nya jalan-jalan aja, asik-asik aja, senang. setelah flashback gimana kakunya gue kalau melihat orang-orang baru 1 tahun yang lalu, ternyata sekarang gue sudah mulai cukup mahir? jadi gue apresiasi diri sendiri Hahahahha.

Jumat, 07 September 2018

Belajar Mencintai Pekerjaan

12.27 am. belum tidur. padahal gak ngapa - ngapain. sedang amaze. merasa bahagia. dikelilingi orang baik.

gue suka bertanya-tanya tentang omongan orang "cintailah profesi lo, maka lo akan bahagia", bagaimana caranya? kok bisa? selama ini gue selalu mengeluh.

Ternyata, menjadikan sesuatu menjadi baik butuh waktu yang lama, mungkin awalnya terasa sulit, sedikit berkorban, tapi lama kelamaan menjadi suatu kewajiban tidak tertulis yang setelah dipikir pikir jalaninnya kok santai2 aja. Ketawa-ketawa. Meskipun diselingi sedih, ya tapi itu namanya hidup . Kita gakan pernah menjadi sesuatu yang lebih, kalau tidak bertemu dengan kesenjangan, kejanggalan yang ada dan menuntut kita untuk berbuat lebih.

Senang, mari gue luruskan, ini tentang mengemban amanah. Takut setengah mampus gue, menjadi ketua, dengan latar belakang gue yang banyak kekurangan. Hidup gue sempat dilanda cemas berlebihan, cemas karena diri gue sendiri dan cemas akan amanah yang sedang dipikul. mencoba untuk tenang. ini stress normal, baik kok hal, biar lo bisa jalanin amanah lo. 2 bulan lewat, makin kesini alhamdulillah semakin menikmati, tujuan gue menjadikan tempat ini rumah bagi anggota tanpa sadar justru menuntun gue, menemukan apa itu rumah kedua gue.

ada yang iseng nanya, gimana kok bisa gak capek? gimana kok bisa muncul terus? gimana kok bisa ini itu? bingung gue juga gimana ya, ntahlah mungkin karena sedang belajar mencintai sesuatu, karena gue yakin akan yang sedang gue jalankan ini hal baik. klise? gatau. tapi ini nyata. mencintai pekerjaan yang dijalankan ini ternyata enak, setidaknya tidak mengeluh karena harus pergi kemana mana tapi bersyukur karena masih diberi waktu dan kesempatan untuk kemana mana dan bertemu orang-orang. hei, tapi gue selalu ingat, dalam suatu hubungan saja masih ada masalah2 yang muncul, sama begitu pula dengan mengemban amanah, masih ada 10 bulan lagi, doakan lancar dan mimpi-mimpi gue tercapai ya!